Genggong – ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer adalah evaluasi program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di satuan pendidikan. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter), kualitas proses belajar-mengajar, dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Tujuan ANBK adalah untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar. Adanya ANBK, dapat mengetahui perbaikan kualitas belajar-mengajar yang mana yang perlu ditingkatkan lagi. Apabila proses belajar mengajar berjalan dengan baik tentunya hasil belajar murid juga akan maksimal.
Monitoring Pelaksanaan Gladi Bersih ANBK oleh Kepala Sekolah & Waka Kesiswaan
Gladi bersih ANBK dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 24-25 Agustus 2022 pukul 07.30-09.30 WIB dengan diikuti oleh siswa kelas XI sebanyak 45 peserta dan 5 peserta cadangan. Kegiatan gladi bersih ANBK diadakan di ruangan laboratorium IT Putera dan laboratorium IT Puteri. Kegiatan pada hari pertama siswa mengerjakan literasi dan survei karakter sedangkan pada hari kedua mengerjakan numerasi dan survei lingkungan. Bentuk soal yang dikerjakan siswa berupa pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian.
Genggong – Dua pleton tim putra SMA Zainul Hasan 1 berhasil memborong piala lomba gerak jalan tingkat SMA/MA/SMK yang diadakan oleh panitia lomba gerak jalan (PAGORA) kecamatan Pajarakan (24/8). Lomba tahunan ini diikuti oleh pelajar se kecamatan Pajarakan dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/ SMK dengan rute start Lapangan Selogudig Wetan dan finish di Depan Bina Krida (Pajarakan Convention Hall) PG Pajarakan. Meskipun dapat nomor urut terakhir yaitu 155 dan 157 namun semangat santri SMA Zaha 1 ini tidak kendor. Mulai dari pelepasan hingga sampai finish kedua tim ini menampilkan yang terbaik. Alhasil, kedua pleton ini meraih juara. Pleton dengan nomor urut 157 berhasil menyabet juara satu, sedangkan pleton dengan nomor urut 155 pun berhasil meraih juara tiga.
Peserta Gerak Jalan SMA Zainul Hasan 1 Genggong
Keberhasilan ini tentu membuat bangga SMA Zaha 1. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Ning Kandiaz Kanzah Karomiah mengungkapkan rasa bangga terhadap anak didiknya tersebut. “ Kami tentu sangat bangga pada kedua tim gerak jalan tersebut, mereka berhasil mempertahankan gelar juara yang selalu diraih oleh SMA Zaha 1 di tahun – tahun sebelumnya. Dengan latihan yang keras dan semangat yang gigih mereka berhasil mencapai itu”, ungkap Ning diaz.[ais]
Genggong – OSIS Puteri SMA Zainul Hasan 1 mengadakan debat terbuka dan pemilihan ketua osis putri masa khidmad 2022/2023 pada sabtu (20/8/22) di halaman Pusat Informasi Pesantren (PIP) Pondok Zainul Hasan Genggong. Acara yang dihadiri oleh seluruh santri putri SMA Zaha 1 ini merupakan program kegiatan terakhir dari pengurus OSIS puteri masa khidmad 2021/2022. Dengan mengusung tema bertajuk “Siap memimpin dan dipimpin menuju pemimpin yang berintegritas”, acara ini berlangsung secara sportif baik saat debat terbuka maupun saat pemungutan suara. Adapun tiga calon kandidat ketua osis yaitu Afka Lailatul Qomariyah dari kelas XI IPA C , Riska Amalia dari kelas XI IPA C, dan Ushi Rahmania dari kelas XI IPS D .Sedangkan calon wakil ketua OSIS yaitu Ratu Malika Ummul Banin dari kelas XC, Saidah Agin dari kelas X C dan Yusrina Zaharani dari kelas x D. Dengan dewan penguji yaitu Ustad Sugeng Harihaji, S.E Ustad Imam Syafii, S.Pd dan Ustadzah Nur Aise, S.Pd, mereka saling berdebat memberikan argumen mengkampenyakan program kegiatan unggulannya.
Kepala SMA Zaha 1, Gus Lukman Qoyyiduddin Hasanul Bulqiyah, S.Pd berpesan dalam sambutannya bahwa memilih pemimpin sama seperti memilih pasangan. “Sesuai tema yang diusung osis puteri, pilihlah pemimpin yang beritegritas dan mempunyai loyalitas tinggi pada osis demi kemajuan sekolah kita. Jangan salah pilih, ibaratnya seperti memilih pasangan, jika salah memilih kita akan menyesal di kemudian hari” ujar putra bungsu Nyai Hj Diana Susilawati ini. Setelah debat terbuka selesai, seluruh santri putri dan dewan asatid memberikan hak suara nya di tempat pemungutan suara yang telah disediakan oleh panitia. Afka Lailatul Qomariyah mendapat suara terbanyak dengan jumlah 59 suara dan keluar sebagai ketua osis terpilih. Sedangkan wakil ketua osis dimenangkan oleh Yusrina Zaharani dengan perolehan 104 suara.[ais/fir]
Genggong – SMA Zainul Hasan 1 Genggong menyemarakkan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke – 77 dengan mengadakan lomba – lomba khas agustusan pada kamis (19/8). Lomba yang digelar di halaman P5 dan halaman pondok puteri ini, diikuti oleh seluruh santri SMA Zaha 1 Genggong. Tidak hanya itu, semua dewan asatidz pun turut menjadi peserta memeriahkan lomba ini. Lomba yang di pertandingkan antaranya adalah lomba balap karung pakai helm, lomba cari koin dalam tepung, lomba ambil air dengan gelas bocor dan lomba ambil karet dengan sedotan. Semua peserta antusias ikut memeriahkan lomba kemedekaan ini. Gus Lukman Qoyyiduddin selaku kepala SMA Zaha 1 memberikan semangat kepada semua santri dalam apel pembukaan. “Lomba ini diadakan untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada tanah air dan rasa hormat pada perjuangan pahlawan yang telah gugur demi merebut kemerdekaan”, ujarnya. Lanjut beliau mengatakan bahwa lomba ini merupakan contoh jika kita ingin meraih suatu kemenangan dalam hidup. “Jika kita ingin meraih kemenangan dalam hidup, pasti perlu adanya usaha yang sungguh – sungguh dan disertai doa. Contohnya seperti lomba ini”, papar Kepala Sekolah yang akrab disapa Gus Bos ini.
Genggong – Dalam rangka menyambut kurikulum baru, SMA Zainul Hasan 1 menggelar In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka pada ahad (7/8) di Aula SMA Zaha 1. Kegiatan yang dimulai pada pukul 8 ini dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik SMA Zaha 1, delegasi SMP Unggulan Zaha, SMP plus Zaha 1 dan SMA Unggulan BPPT Hafshawati. In House Training adalah sebuah program pelatihan dengan materi, waktu serta tempat pelatihan ditentukan sesuai dengan permintaan. SMA Zaha 1 mengadakan IHT ini untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yang akan diterapkan serentak pada tahun 2024 mendatang. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Drs. Djoko Suryanto, M.Pd pengawas dikmen cabang dinas wilayah Probolinggo) dan H. Saiful Bahri, S.Pd,M.Pd yang merupakan tim penyusun CP PUSMENJAR KEMDIKBUDRISTEK Jakarta. Materi IHT ini dibuka oleh Djoko Suryanto, yang menjelaskan bahwa penerapan kurikulum merdeka ujung tombaknya adalah guru. “ Apapun kurikulumnya, mau ganti berapa kalipun kualitas pendidikan tidak akan meningkat jika cara mengajar guru masih menggunakan pendekatan teacher centered. Pembelajaran yang baik diawali pendahuluan yang memancing keingintahuan siswa, kegiatan inti yang berpusat di siswa dan guru bertindak sebagai fasilitator.Apalagi pada IKM ini pembelajaran yang diharapkan adalah pembelajaran yang terdifererensiasi yaitu pembelajaran yang memenuhi kebutuhan gaya belajar setiap siswanya.,” terang pengawas SMA Zaha 1 ini. Pada sesi kedua, suasana mulai pecah karenao antusias peserta IHT mendengarkan penjelasan dari narasumber kedua. Saiful Bahri memaparkan mulaii dari penyusunan KOSP, ATP, modul ajar dan modul proyek penguatan profil pelajar pancasila. Peserta yang dibagi perkelompok mata pelajaran mendapat bimbingan penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai tuntutan kurikulum merdeka. “Kurikulum merdeka merupakan penyederhanaan dari kurikulum sebelumnya, tidak ada penjurusan, materi lebih sedikit serta adanya proyek penguatan profil pelajar pancasila (p5) “ papar guru bahasa Inggris SMAN 1 Kota Probolinggo ini. Kepala SMA zaha 1 Gus Bos dalam sambutannya menuturkan bahwa IHT ini sangat perlu diadakan. “IHT ini merupakan kegiatan yang ditunggu oleh guru SMA Zaha 1, karena rasa keingintahuan tentang kurikulum merdeka dan kesulitan menyusun perangkat mengajarnya dan output yang diharapkan dari IHT ini adalah tersusunnya perangkat pembelajaran terutama bagi guru kelas 10.[ais/fir]
GENGGONG– Gus Lukman Hasanul Bolqiah, S.Pd. putera bungsu Nyai Hj. Diana Susilowati Saifuridzall resmi dilantik sebagai kepala SMA Zainul Hasan 1 Genggong Pada Rabu, (13/07/2022) di aula Barozain.
Serah terima jabatan dari kepala sekolah sebelumnya, Ust. Eksan ke kepala sekolah baru yang akrab disapa Gus Bos ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M.
Pelantikan yang disaksikan langsung seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMA Zaha 1 ini berlangsung khidmad. Dalam pengarahannya, Kiai Mutawakkil berharap pemimpin baru dapat merubah SMA Zaha 1 menjadi yang terbaik dan keluarga besar SMA Zaha 1 selalu kompak. “ Saya harap SMA Zaha 1 semakin tahun selalu mengalami peningkatan baik kuantitas dan kualitas santrinya,” tegas Ketua MUI Jatim ini.
Beliau meminta SMA Zaha 1 selalu mengupayakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik guru maupun staf agar kualitas manajemen sekolah menjadi yang terbaik.
Pada kesempatan yang sama, Gus Bos mengungkapkan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang telah memberikan amanah untuk memimpin SMA Zaha 1,” terangnya.
Beliau berharap perjuangan yang sudah dibangun dengan kerja keras oleh pendahulunya, Alm. KH. Hasan Saifouridzall, dan kepala sekolah-kepala sekolah sebelumnya harus terus diperjuangkan. “Perjuangan Alm. Kiai Saifuridzall, Alm. Gus Baiduri Faishal dan apa yang sudah Bapak Eksan perjuangkan tentu harus kita lanjutkan dan kembangkan,” tegasnya.
Lulusan Universitas Darul Ulum, Jombang ini juga berharap di bawah kepemimpinannya, SMA Zaha 1 semakin kompak dalam satu komando, lebih baik dan tambah jaya.
Tim Pramuka SMA Zainul Hasan 1 berhasil memborong tiga piala sekaligus dalam giat semester I Rover Moot Scout Innovation 2022, Jumat hingga Minggu (1-3/7) di Pantai Bahak, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo ini bertujuan meningkatkan potensi Pramuka di tingkat Penegak dan Pandega se kabupaten Probolinggo yang bermanfaat bagi masyarakat. Program Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo kali ini merupakan salah satu upaya peningkatan, dan mengukur kualitas pendidikan Pramuka yang tujuannya membina dan mengembangkan diri, membina mental dan kepercayaan diri sendiri, meningkatkan daya kreasi, ketangkasan dan keterampilan. Serta pembentukan fisik serta intelektual dan sosial, menggalang rasa persatuan sesama penegak. Sebanyak 292 orang peserta dari tingkat penegak dan pandega mengikuti kegiatan ini. Delegasi Pramuka SMA Zaha 1 yang di wakili oleh Moh. Hidayatullah, Abdul Qodir Jailani dan M. Masyhur Abadi meraih tiga gelar yaitu juara 1 Lomba Video, juara 2 Lomba Foto, dan juara 3 Lomba Peragaan Busana Ramah Lingkungan. Moh. Hidayatullah , salah satu delegasi SMA Zaha menuturkan bahwa ia sangat antusias mengikuti kegiatan ini, “acaranya sangat meriah, selain itu kami dilatih untuk peduli pada lingkungan dan wajib menjaganya. Yang paling berkesan kami dilatih tentang pendidikan penyelamatan di laut lepas (water rescue), selain itu kami berhasil membawa pulang tiga gelar, ujar siswa yang duduk di bangku kelas XI IPA tersebut. Di tempat yang berbeda,Wakil Kepala bidang Kesiswaan SMA Zaha 1 Ning Kandias Kanzah Karomiah mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi anak didiknya tersebut. “ Kami tentu sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh delegasi Pramuka SMA Zaha 1 dalam acara Rover Moot Scout Innovation 2022, tidak hanya ilmu yang mereka dapatkan namun tiga gelar juara yang mereka bawa pulang. Semoga dengan prestasi ini, kegiatan Pramuka SMA Zaha 1 semakin berkembang dan terdepan”, pungkasnya.[ais]
Menyongsong tahun ajaran baru 2022/2023,Biro pendidikan pesantren Zainul Hasan menggandeng SMA Zaha 1 menggelar Workshop Penjaminan Mutu Pendidikan Berkelanjutan bagi pendidik dan Tenaga Kependidikan (23/6/2022). Acara yang bertempat di aula barazain ini di hadiri oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan SMA Zaha 1. Dimulai disekitar jam 8, workshop ini diawali dengan pembukaan oleh kepala SMA Zaha 1, Eksan, M.Pd.I. Ia menuturkan acara ini adalah gagasan dari bito pendidikan demi peningkatan mutu SMA Zaha. “ Saya sangat mengapresiasi ide dari pak Aziz ini, kita sangat membutuhkan strategi – strategi dari beliau yang berpengalaman agar sekolah kita unggul dan terdepan”, lanjutnya. Workshop yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pendidikan Dr. Abdul Aziz Wahab ini bertujuan agar strategi yang digencarkan SMA Zaha 1 memiliki mutu perbaikan berkelanjutan yang unggul. “ Strategi pemenang dalam persaingan harus selalu berinovasi, kualitas sangat baik(unggul), pelayanan unggul , kebijakan yang cepat dan tepat.Selain itu prestasi yang dihasilkan oleh pendidik dan peserta didik harus terukur dalam jangka waktu yang sudah ditargetkan”, paparnya. “ Mari tingakatkan mutu SMA Zaha 1 dengan memenuhi standarisasi, memuaskan pelanggan, keunggulan kararkteristik dan trcapainya visi misi sekolah”, imbuh Rektor Universitas Zainul Hasan ini.
Genggong – Siswa SMA Zainul Hasan 1 Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo terus berpacu mengasah kreativitas dan sisi kritis terhadap lingkungan. Dalam ajang SMAZTING (SMA ZAHA Class Meeting), Panitia melalui OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) menantang para Siswa berkreasi lewat lomba Mading 3 dimensi. Kompetisi internal ini digelar sejak tanggal 20 hingga 21 Juni 2022 di Halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Sebanyak 8 delegasi dari kelas masing-masing saling adu karya sesuai ketentuan dan persyaratan oleh Panitia. Yakni memakai bahan daur ulang sesuai dengan tema “Bencana Alam”.
Ketua OSIS Putri SMA Zainul Hasan I Genggong Keysa Aulia Rahma Widara menyebut, Class meeting ini digelar untuk mengasah kreativitas dan bakat santri. Selain Mading 3D, lomba lain yang digelar diantaranya MSQ (Musabaqoh Syarhil Qur’an), teaterikal puisi, bazar makanan Nusantara, lomba baca kitab kuning dan Tartil Qur’an.
“Tujuannya untuk mengembangkan kreativitas dan potensi santri dibidang non-akademik. Juga kita sudah 6 hari melaksanakan ujian akhir semester, jadinya kita mengadakan acara ini untuk menghibur sekaligus mengembangkan potensi santri,” ujar Santri asal Bojonegoro tersebut.
Para peserta terbaik Mading 3D, dinilai berdasarkan perolehan poin yang dinilai dari aspek penilaian. “Kategori penilaian berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas dan presentasi serta isi mading,” jelas keysa
Pembina Osis Putri, Ustadzah Yuliana S.Si mengatakan melalui lomba seperti ini, para Siswa juga belajar bagaimana bekerja dalam tim. Saling membantu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Artinya, lomba ini sekaligus ajang pembentukan karakter. Selain itu, juga mendorong anak-anak untuk berani tampil di depan umum. Tidak hanya tampil, tapi juga berbicara di depan publik.
‘’Anak-anak juga belajar apa itu teamwork. Bagaimana bekerja sama, musyarawah mencari solusi bersama. Juga jadi berani ngomong di depan banyak orang.’’ pungkasnya.
Dalam lomba Mading 3D tersebut, Panitia mendatangkan salah satu tim redaksi Noticenews.co, Ali Imron Maulana sebagai dewan juri.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK PEMULIHAN PEMBELAJARAN SETELAH PANDEMI
Untuk mengatasi krisis pembelajaran, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima belas: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, secara daring, Jumat (11/2). Menteri Nadiem mengungkapkan, merujuk berbagai studi nasional maupun internasional, krisis pembelajaran di Indonesia telah berlangsung lama dan belum membaik dari tahun ke tahun. Krisis pembelajaran semakin bertambah karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran
“Untuk literasi, learning loss ini setara dengan 6 bulan belajar. Untuk numerasi, learning loss tersebut setara dengan 5 bulan belajar,” ucap Menteri Nadiem. Namun, penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat) efektif memitigasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pademi Covid-19.
“Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif,” tekan Nadiem.
Penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan. Perubahan struktur mata pelajaran akibat penerapan Kurikulum Merdeka tidak akan merugikan guru. Semua guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi ketika menggunakan Kurikulum 2013 akan tetap mendapatkan hak tersebut.
Antusiasme Guru Mengikuti Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka
Guru SMA Zainul Hasan 1 Genggong antusias menyambut perubahan kurikulum Merdeka Belajara tersebut . Menurutnya, dahulu saat mengajar guru terbelenggu dengan kriteria kelulusan minimal (KKM), sedangkan di Kurikulum Merdeka ia merasa guru sangat menghargai proses dan pencapaian siswa dalam belajar. “Guru lebih fleksibel untuk berkreasi dalam mengajar semaksimal mungkin,” tuturnya bersemangat.
APA ITU KURIKULUM MERDEKA
KURIKULUM MERDEKA Merupakan Merdeka Belajar yang artinya konsep yang dibuat agar siswa dapat mendalami minat dan bakat masing-masing, guru dibebaskan birokrasi yang berbelit dan otonomi bagi satuan pendidikan.
Kurikulum Merdeka sebagai Mitigasi krisis pembelajaran selama pandemi
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.
Mengapa kita memerlukan Kurikulum Merdeka
Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar.
Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19. Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alam.
Mengapa Kurikulum Merdeka dijadikan opsi? Mengapa tidak langsung ditetapkan untuk semua sekolah?
Ada dua tujuan utama yang mendasari kebijakan ini. Pertama, pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek, ingin menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing sekolah. Kedua, dengan kebijakan opsi kurikulum ini, proses perubahan kurikulum nasional harapannya dapat terjadi secara lancar dan bertahap.
Pemerintah mengemban tugas untuk menyusun kerangka kurikulum. Sedangkan, operasionalisasinya, bagaimana kurikulum tersebut diterapkan, merupakan tugas sekolah dan otonomi bagi guru. Guru sebagai pekerja profesional yang memiliki kewenangan untuk bekerja secara otonom, berlandaskan ilmu pendidikan. Sehingga, kurikulum antar sekolah bisa dan seharusnya berbeda, sesuai dengan karakteristik murid dan kondisi sekolah, dengan tetap mengacu pada kerangka kurikulum yang sama.
Perubahan kerangka kurikulum tentu menuntut adaptasi oleh semua elemen sistem pendidikan. Proses tersebut membutuhkan pengelolaan yang cermat sehingga menghasilkan dampak yang kita inginkan, yaitu perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Kemendikbudristek memberikan opsi kurikulum sebagai salah satu upaya manajemen perubahan.
D. Apa kriteria sekolah yang boleh menerapkan Kurikulum Merdeka?
Kriterianya ada satu, yaitu berminat menerapkan Kurikulum Merdeka untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.
Selanjutnya, jika setelah mempelajari materi tersebut sekolah memutuskan untuk mencoba menerapkannya, mereka akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Jadi, prosesnya adalah pendaftaran dan pendataan, bukan seleksi.
TUJUAN KURIKULUM MERDEKA
Upaya Memulihkan Pembelajaran dari Krisis setelah Pandemi, krisis ini ditandai dengan rendah hasil belajar peserta didik dan ketimpangan kualitas belajar yang LEBAR antar wilayah antar kelompok sosial –ekonomi
Mewujudkan perubahan sistemik pembelajaran misalnya medium yang mudah diakses yaitu paltform merdeka mengajar sebagai sarana edukasi
Menciptakan Sumber daya Manusia unggul melalui kebijakan yang menguatkan peran seluruh insan pendidikan
Penguatan guru, kepala sekolah dan staf administrasi
APA KEUNGGULAN KURIKULUM MERDEKA?
Lebih sederhana dan Mendalam karena kurikulum ini fokus pada materi esensial dan pengembangan Kompetensi peserta didik
Lebih relevansi dan interaktif dimana pembelajaran melalui projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik mengembangkan (Soft Skills dan Karakter) untuk mengeksplorasi isu-isu aktual seperti lingkungan, kesehatan, akhlak karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
Pembelajaran berorentasi holistik untuk mencakup akademis, non akademis, kompetensi kognetif, sosial, emosional dan spiritual
Kontektual dan personalisasi dalam arti kurikulum dirancang sesuai dengan konteks (budaya, visi dan misi sekolah, lingkungan sekolah) dan kebutuhan peserta didik
Tenaga Pendidik dan peserta didik lebih Merdeka karena tidak ada program peminatan di SMA , peserta didik memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat serta aspirasinya
Raport kurikulum merdeka simple banget
Fleksibilitas Bagi guru akan mengajar sesuai tahapan capaian pembelajaran dan pengembangan peserta didik
Sekolah berwewenang mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai karakteristik satuan pendidikan
Ibu Lulik Ariyani,M.Pd memberikan Pandangan tentang Kurikulum Merdeka
Dukungan dari orang tua merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, secara konkret orang tua bisa menjadi teman dan pendamping belajar bagi anak. Memahami kompetensi yang perlu dicapai anak pada fasenya. Orang tua dapat pula mempelajari buku-buku teks yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka melalui buku.kemdikbud.go.id. Kemendikbudristek terus berupaya untuk menghadirkan dan menyediakan buku-buku yang lebih asik, tidak terlalu padat, dan lebih banyak ilustrasi menarik dengan tema yang lebih menyentuh dan relevan.
Dengan komitmen bersama untuk menyambut perubahan kurikulum Merdeka Belajar dan doa harus seiring sejalan demi sukses kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka. Semoga kesehatan, kelancaran, kemudahan dan keberkahan senantiasa tercurah untuk Kepala Sekolah, semua Guru, Staf Administrasi dan seluruh siswa serta keluarga besar Komite sekolah SMA Zainul Hasan 1 Genggong.