KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah Lantik Gus Lukman Qoyyiduddin Sebagai Kepala SMA ZAHA 1

GENGGONG– Gus Lukman  Hasanul Bolqiah, S.Pd. putera bungsu Nyai Hj. Diana Susilowati Saifuridzall resmi dilantik sebagai kepala SMA Zainul Hasan 1 Genggong Pada Rabu, (13/07/2022) di aula Barozain.

Serah terima jabatan dari kepala sekolah sebelumnya, Ust. Eksan ke kepala sekolah baru yang akrab disapa Gus Bos ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M.

Pelantikan yang disaksikan langsung seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMA Zaha 1 ini berlangsung khidmad.
 Dalam pengarahannya, Kiai Mutawakkil berharap pemimpin baru dapat merubah SMA Zaha 1 menjadi yang terbaik dan keluarga besar SMA Zaha 1 selalu kompak. “ Saya harap SMA Zaha 1 semakin tahun selalu mengalami peningkatan baik kuantitas dan kualitas santrinya,” tegas Ketua MUI Jatim ini.

Beliau meminta SMA Zaha 1 selalu mengupayakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik guru maupun staf agar kualitas manajemen sekolah menjadi yang terbaik.
 
Pada kesempatan yang sama, Gus Bos mengungkapkan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang telah memberikan amanah untuk memimpin SMA Zaha 1,” terangnya.

Beliau berharap perjuangan yang sudah dibangun dengan kerja keras oleh pendahulunya, Alm. KH. Hasan Saifouridzall, dan kepala sekolah-kepala sekolah sebelumnya harus terus diperjuangkan. “Perjuangan Alm. Kiai Saifuridzall, Alm. Gus Baiduri Faishal dan apa yang sudah Bapak Eksan perjuangkan tentu harus kita lanjutkan dan kembangkan,” tegasnya.

Lulusan Universitas Darul Ulum, Jombang ini juga berharap di bawah kepemimpinannya, SMA Zaha 1 semakin kompak dalam satu komando, lebih baik dan tambah jaya.

SMA ZAHA 1 borong tiga piala Rover Moot Scout Innovation 2022

Tim Pramuka SMA Zainul Hasan 1 berhasil memborong tiga piala sekaligus dalam giat semester I Rover Moot Scout Innovation 2022, Jumat hingga Minggu (1-3/7) di Pantai Bahak, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo ini bertujuan meningkatkan potensi Pramuka di tingkat Penegak dan Pandega se kabupaten Probolinggo yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo kali ini merupakan salah satu upaya peningkatan, dan mengukur kualitas pendidikan Pramuka yang tujuannya membina dan mengembangkan diri, membina mental dan kepercayaan diri sendiri, meningkatkan daya kreasi, ketangkasan dan keterampilan. Serta pembentukan fisik serta intelektual dan sosial, menggalang rasa persatuan sesama penegak.
Sebanyak 292 orang peserta dari tingkat penegak dan pandega  mengikuti kegiatan ini. Delegasi Pramuka SMA Zaha 1 yang di wakili oleh Moh. Hidayatullah, Abdul Qodir Jailani dan M. Masyhur Abadi meraih tiga gelar yaitu juara 1 Lomba Video, juara 2 Lomba Foto, dan juara 3 Lomba Peragaan Busana Ramah Lingkungan.
Moh. Hidayatullah , salah satu delegasi SMA Zaha menuturkan bahwa ia sangat antusias mengikuti kegiatan ini, “acaranya sangat meriah, selain itu kami dilatih untuk peduli pada lingkungan dan wajib menjaganya. Yang paling berkesan kami dilatih tentang pendidikan penyelamatan di laut lepas (water rescue),  selain itu kami berhasil membawa pulang tiga gelar, ujar siswa yang duduk di bangku kelas XI IPA tersebut.
Di tempat yang berbeda,Wakil Kepala bidang Kesiswaan SMA Zaha 1 Ning Kandias Kanzah Karomiah mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi anak didiknya tersebut. “ Kami tentu sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh delegasi Pramuka SMA Zaha 1 dalam acara Rover Moot Scout Innovation 2022, tidak hanya ilmu yang mereka dapatkan namun tiga gelar juara yang mereka bawa pulang. Semoga dengan prestasi ini, kegiatan Pramuka SMA Zaha 1 semakin  berkembang dan terdepan”, pungkasnya.[ais]

Songsong Tahun Ajaran Baru, Biro pendidikan gandeng SMA ZAHA 1 Gelar Workshop Penjaminan Mutu

Menyongsong tahun ajaran baru 2022/2023,Biro pendidikan pesantren Zainul Hasan menggandeng SMA Zaha 1 menggelar Workshop Penjaminan Mutu Pendidikan Berkelanjutan bagi pendidik dan Tenaga Kependidikan (23/6/2022). Acara yang bertempat di aula barazain ini di hadiri oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan SMA Zaha 1.
Dimulai disekitar jam 8, workshop ini diawali dengan pembukaan oleh kepala SMA Zaha 1, Eksan, M.Pd.I. Ia menuturkan acara ini adalah gagasan dari bito pendidikan demi peningkatan mutu SMA Zaha. “ Saya sangat mengapresiasi ide dari pak Aziz ini, kita sangat membutuhkan strategi – strategi dari beliau yang berpengalaman agar sekolah kita unggul dan terdepan”, lanjutnya.
Workshop yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pendidikan  Dr. Abdul Aziz Wahab ini bertujuan agar strategi yang digencarkan SMA Zaha 1 memiliki mutu perbaikan berkelanjutan yang unggul. “ Strategi pemenang dalam persaingan harus selalu berinovasi, kualitas sangat baik(unggul), pelayanan unggul , kebijakan yang cepat dan tepat.Selain itu prestasi yang dihasilkan oleh  pendidik dan peserta didik harus terukur dalam jangka waktu yang sudah ditargetkan”, paparnya.
“ Mari tingakatkan mutu SMA Zaha 1 dengan memenuhi standarisasi, memuaskan pelanggan, keunggulan kararkteristik dan trcapainya visi misi sekolah”, imbuh Rektor Universitas Zainul Hasan ini.

Asah Kreativitas, SMA Zainul Hasan 1 Genggong Gelar Lomba Mading 3D

Genggong – Siswa SMA Zainul Hasan 1 Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo terus berpacu mengasah kreativitas dan sisi kritis terhadap lingkungan. Dalam ajang SMAZTING (SMA ZAHA Class Meeting), Panitia melalui OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) menantang para Siswa berkreasi lewat lomba Mading 3 dimensi. Kompetisi internal ini digelar sejak tanggal 20 hingga 21 Juni 2022 di Halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Sebanyak 8 delegasi dari kelas masing-masing saling adu karya sesuai ketentuan dan persyaratan oleh Panitia. Yakni memakai bahan daur ulang sesuai dengan tema “Bencana Alam”.

Ketua OSIS Putri SMA Zainul Hasan I Genggong Keysa Aulia Rahma Widara menyebut, Class meeting ini digelar untuk mengasah kreativitas dan bakat santri. Selain Mading 3D, lomba lain yang digelar diantaranya MSQ (Musabaqoh Syarhil Qur’an), teaterikal puisi, bazar makanan Nusantara, lomba baca kitab kuning dan Tartil Qur’an.

“Tujuannya untuk mengembangkan kreativitas dan potensi santri dibidang non-akademik. Juga kita sudah 6 hari melaksanakan ujian akhir semester, jadinya kita mengadakan acara ini untuk menghibur sekaligus mengembangkan potensi santri,” ujar Santri asal Bojonegoro tersebut.

Para peserta terbaik Mading 3D, dinilai berdasarkan perolehan poin yang dinilai dari aspek penilaian. “Kategori penilaian berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas dan presentasi serta isi mading,” jelas keysa

Pembina Osis Putri, Ustadzah Yuliana S.Si mengatakan melalui lomba seperti ini, para Siswa juga belajar bagaimana bekerja dalam tim. Saling membantu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Artinya, lomba ini sekaligus ajang pembentukan karakter. Selain itu, juga mendorong anak-anak untuk berani tampil di depan umum. Tidak hanya tampil, tapi juga berbicara di depan publik.

‘’Anak-anak juga belajar apa itu teamwork. Bagaimana bekerja sama, musyarawah mencari solusi bersama. Juga jadi berani ngomong di depan banyak orang.’’ pungkasnya.

Dalam lomba Mading 3D tersebut, Panitia mendatangkan salah satu tim redaksi Noticenews.co, Ali Imron Maulana sebagai dewan juri.

SMA ZAHA TERAPKAN KURIKULUM MERDEKA DI KELAS X TAHUN PELAJARAN 2022/2023

SOSIALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
UNTUK PEMULIHAN PEMBELAJARAN SETELAH PANDEMI

Untuk mengatasi krisis pembelajaran, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima belas: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, secara daring, Jumat (11/2). Menteri Nadiem mengungkapkan, merujuk berbagai studi nasional maupun internasional, krisis pembelajaran di Indonesia telah berlangsung lama dan belum membaik dari tahun ke tahun. Krisis pembelajaran semakin bertambah karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran

“Untuk literasi, learning loss ini setara dengan 6 bulan belajar. Untuk numerasi, learning loss tersebut setara dengan 5 bulan belajar,” ucap Menteri Nadiem. Namun, penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat) efektif memitigasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pademi Covid-19.

“Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif,” tekan Nadiem.

Penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan. Perubahan struktur mata pelajaran akibat penerapan Kurikulum Merdeka tidak akan merugikan guru. Semua guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi ketika menggunakan Kurikulum 2013 akan tetap mendapatkan hak tersebut.

Antusiasme Guru Mengikuti Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka

Guru SMA Zainul Hasan 1 Genggong antusias menyambut perubahan kurikulum Merdeka Belajara tersebut . Menurutnya, dahulu saat mengajar guru terbelenggu dengan kriteria kelulusan minimal (KKM), sedangkan di Kurikulum Merdeka ia merasa guru sangat menghargai proses dan pencapaian siswa dalam belajar. “Guru lebih fleksibel untuk berkreasi dalam mengajar semaksimal mungkin,” tuturnya bersemangat.

  • APA ITU KURIKULUM MERDEKA

KURIKULUM MERDEKA  Merupakan Merdeka Belajar yang artinya konsep yang dibuat agar siswa dapat mendalami minat dan bakat masing-masing, guru dibebaskan birokrasi yang berbelit dan otonomi bagi satuan pendidikan.

Kurikulum Merdeka sebagai Mitigasi krisis pembelajaran selama pandemi

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

  • Mengapa kita memerlukan Kurikulum Merdeka

Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar.

Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19. Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alam.

  • Mengapa Kurikulum Merdeka dijadikan opsi? Mengapa tidak langsung ditetapkan untuk semua sekolah?
  • Ada dua tujuan utama yang mendasari kebijakan ini. Pertama, pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek, ingin menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing sekolah. Kedua, dengan kebijakan opsi kurikulum ini, proses perubahan kurikulum nasional harapannya dapat terjadi secara lancar dan bertahap.
  • Pemerintah mengemban tugas untuk menyusun kerangka kurikulum. Sedangkan, operasionalisasinya, bagaimana kurikulum tersebut diterapkan, merupakan tugas sekolah dan otonomi bagi guru. Guru sebagai pekerja profesional yang memiliki kewenangan untuk bekerja secara otonom, berlandaskan ilmu pendidikan. Sehingga, kurikulum antar sekolah bisa dan seharusnya berbeda, sesuai dengan karakteristik murid dan kondisi sekolah, dengan tetap mengacu pada kerangka kurikulum yang sama.
  • Perubahan kerangka kurikulum tentu menuntut adaptasi oleh semua elemen sistem pendidikan. Proses tersebut membutuhkan pengelolaan yang cermat sehingga menghasilkan dampak yang kita inginkan, yaitu perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Kemendikbudristek memberikan opsi kurikulum sebagai salah satu upaya manajemen perubahan.

D. Apa kriteria sekolah yang boleh menerapkan Kurikulum Merdeka?

  • Kriterianya ada satu, yaitu berminat menerapkan Kurikulum Merdeka untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.
  • Selanjutnya, jika setelah mempelajari materi tersebut sekolah memutuskan untuk mencoba menerapkannya, mereka akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Jadi, prosesnya adalah pendaftaran dan pendataan, bukan seleksi.
  • TUJUAN KURIKULUM MERDEKA
  • Upaya Memulihkan Pembelajaran dari Krisis setelah Pandemi, krisis ini ditandai dengan rendah hasil belajar peserta didik dan ketimpangan kualitas belajar yang LEBAR antar wilayah antar kelompok sosial –ekonomi
  • Mewujudkan perubahan sistemik pembelajaran misalnya medium yang mudah diakses yaitu paltform merdeka mengajar sebagai sarana edukasi
  •  Menciptakan Sumber daya Manusia unggul melalui kebijakan yang menguatkan peran seluruh insan pendidikan
  • Penguatan guru, kepala sekolah dan staf administrasi
  • APA KEUNGGULAN KURIKULUM MERDEKA?
  • Lebih sederhana dan Mendalam karena kurikulum ini fokus pada materi esensial dan pengembangan  Kompetensi peserta didik
  • Lebih relevansi dan interaktif dimana pembelajaran melalui projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik mengembangkan (Soft Skills dan Karakter) untuk mengeksplorasi isu-isu aktual seperti lingkungan, kesehatan, akhlak karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
  • Pembelajaran berorentasi holistik untuk mencakup akademis, non akademis, kompetensi kognetif, sosial, emosional dan spiritual
  • Kontektual dan personalisasi dalam arti kurikulum dirancang sesuai dengan konteks (budaya, visi dan misi sekolah, lingkungan sekolah) dan kebutuhan peserta didik
  • Tenaga Pendidik dan peserta didik lebih Merdeka karena tidak ada program peminatan di SMA , peserta didik memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat serta aspirasinya
  • Raport kurikulum merdeka simple banget
  • Fleksibilitas Bagi guru akan mengajar sesuai tahapan capaian pembelajaran dan pengembangan peserta didik
  • Sekolah berwewenang mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai karakteristik satuan pendidikan
Ibu Lulik Ariyani,M.Pd memberikan Pandangan tentang Kurikulum Merdeka

Dukungan dari orang tua merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, secara konkret orang tua bisa menjadi teman dan pendamping belajar bagi anak. Memahami kompetensi yang perlu dicapai anak pada fasenya. Orang tua dapat pula mempelajari buku-buku teks yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka melalui buku.kemdikbud.go.id. Kemendikbudristek terus berupaya untuk menghadirkan dan menyediakan buku-buku yang lebih asik, tidak terlalu padat, dan lebih banyak ilustrasi menarik dengan tema yang lebih menyentuh dan relevan.

Dengan komitmen bersama untuk menyambut perubahan kurikulum Merdeka Belajar dan doa harus seiring sejalan demi sukses kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka. Semoga kesehatan, kelancaran, kemudahan dan keberkahan senantiasa tercurah untuk Kepala Sekolah, semua Guru, Staf Administrasi dan seluruh siswa serta  keluarga besar Komite sekolah SMA Zainul Hasan 1 Genggong.

“Selamat Datang Kurikulum Merdeka Belajar”

“Selamat Menyambut Perubahan”

Pertahankan akreditasi A, SMA Zainul Hasan gelar Tasyakkuran Bersama

GENGGONG – SMA Zainul Hasan 1 menggelar tasyakuran bersama atas predikat akreditasi A pada Ahad (26/12). Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan SMA Zaha 1 yang telah mempertahankan akreditasi A . Hal ini berdasarkan keputusan badan akreditasi nasional  sekolah/madrasah no 1347/BAN-SM/SK/2021.
Acara yang di gelar di aula barozain ini dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan staf kependidikan SMA Zaha 1. Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini dibuka dengan pembacaan sholawat nabi, lalu dilanjut sambutan kepala sekolah dan waka kurikulum kemudian diakhiri dengan ramah tamah.
Kepala SMA Zaha 1, Ustad Eksan menuturkan rasa syukurnya atas keberhasilan mempertahankan nilai akreditasi A ini. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar SMA Zaha 1 yang telah bersusah payah agar nilai ini tidak turun. “ Saya sangat bersyukur atas pencapaian SMA Zaha 1 ini, kita bisa mempertahankan nilai akreditasi dengan perjuangan yang keras dan kerjasama yang solid. Ini merupakan kado terbesar atas empat tahun pengabdian saya di sma zaha”, tuturnya.
Disisi lain Ustad Abdullah selaku wakil kepala sekolah bagian Kurikulum juga menjelaskan bahwa SMA Zaha 1 mendapat nilai 92, dimana nilai tersebut sama dengan nilai SMA negeri di kota probolinggo. “Kita patut bangga atas prestasi bersama ini, nilai besar ini tentunya wajib kita pertanggung jawabkan ke Diknas dan juga masyarakat. Setelah ini kita akan mengadakan peerteaching yang akan dihadiri pengawas dari diknas yang merupakan bukti bahwa kita pantas mendapat nilai tersebut”, tandasnya.

Kuatkan Ruhiyah, SMA ZAHA 1 Adakan Istighosah

genggong – Untuk memperkuat ruhiyah sebuah organisasi bisa ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya dengan istighosah. Maka dari itu, SMA Zaha 1 mengadakan istigosah dan tahlil pada kamis 25 november 2021 di Aula Barozain. Acara yang di gelar bersamaan dengan peringatan hari guru nasional itu diikuti oleh seluruh pendidik dan staf kependidikan SMA Zaha 1.
 Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dimulai dengan pembacaan sholawat nariyah dilanjutkan dengan istighosah kemudian tahlil. Semua peserta mengikutinya dengan khusyuk.
Bapak Eksan menjelaskan dalam sambutannya, istighosah ini akan menjadi program rutinan SMA Zaha setiap kamis kliwon atau malam jumat legi. Tujuannya adalah mempererat ruhiyah warga SMA Zaha 1 dan yang lebih penting dengan istighosah ini adalah mendoakan para masyayikh Pesantren Zainul Hasan Genggong serta mendoakan dewan asatid SMA Zaha 1 yang telah mendahului kita, “ujarnya

SMA Zaha 1 Gelar Workshop Pembuatan Soal


Genggong – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, khususnya pada penjaminan mutu penilaian (assesment),maka SMA Zainul Hasan 1 menggelar workshop pembuatan soal HOTS (High Order Thinking Skill) pada Rabu,24  November 2021. Acara yang diikuti oleh seluruh guru pengampu mata pelajaran ini digelar di Aula Barozain SMA Zaha 1.
Bapak Drs. Djoko Suryanto,M.Pd didatangkan sebagai narasumber  dalam acara ini. Beliau adalah pengawas dikmen cabang dinas wilayah probolinggo. Setelah ulasan materi tentang soal HOTS, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok membuat soal HOTS yang harus sinergi dengan RPP yang di buat. Kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Narsumber yang akrab di sapa Bapak Djoko ini menjelaskan pentingnya sinergi pembelajaran HOTS. “Sebelum menyusun soal HOTS, pembelajaran harus HOTS juga. Maka RPP yang disusun oleh guru pengampu harus HOTS dan pada kegiatan belajar mengajar (KBM) juga HOTS. Siswa tidak akan bisa mengerjakan soal HOTS jika pada KBM guru hanya mengandalkan model ceramah saja” jelasnya.
Bapak Eksan kepala SMA Zaha 1 menjelaskan dalam sambutannya, bahwa guru dituntut untuk bisa berinovasi dalam mengajar yang mengajak siswa berpikir tingkat tinggi.”Guru perlu terampil menyusun soal yang bagus yaitu soal yang membuat siswa berpikir tingkat tinggi dalam menjawab soal. Maka dari itu,sekolah membekali keterampilan tersebut lewat workshop ini”, tuturnya. ais

Lepaskan merpati tanda serah terima jabatan OSIS SMA ZAHA periode 2021/2022

Genggong – SMA Zainul Hasan 1 mengadakan upacara pelantikan OSIS putera  masa bakti 2021/2022 pada sabtu , 14 november 2021 di halaman SMA Zaha 1.  Kegiatan tahunan ini di hadiri oleh seluruh santri putra , kepala sekolah beserta asatid dan staf TU. Acara yang dimulai sekitar jam 7.30 ini berjalan khidmad dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Prosesi serah terima jabatan pengurus OSIS lama kepada pengurus OSIS baru dan penandatanganan berita acara pelantikan oleh kepala sekolah, merupakan dua agenda pokok dalam kegiatan tersebut. Namun pada tahun ini ada yang berbeda, di akhir upacara ada prosesi pelepasan burung merpati. Pelepasan merpati ini menandakan pelepasan untuk pengurus lama dan harapan untuk pengurus baru agar berprestasi setinggi mungkin.
Kegiatan ini merupakan  gerbang awal kepengurusan OSIS SMA Zaha 1 masa bakti 2021/2022 dan merupakan puncak dari tradisi yang harus dilalui oleh pengurus OSIS SMA Zaha 1  setelah sebelumnya telah mengikuti rangkaian acara pemilihan ketua osis beserta pengurusnya pada oktober lalu. Pada kegiatan inilah pengurus OSIS dilantik dan disahkan oleh kepala sekolah yang kemudian diberi mandat untuk melaksanakan tugas-tugasnya di bawah komando Pembina OSIS.
Kepala SMA Zaha 1 , Ustad Eksan, M.Pd.i yang bertindak sebagai Pembina upacara dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus OSIS terpilih. “Selamat, kalian telah dilantik menjadi pengurus OSIS 2021/2022. Saya berpesan kepada kalian, jalankanlah program kerja dengan penuh tanggung jawab. Lanjutkanlah program kerja lama dan ciptakanlah program kerja baru.sesuai kaidah aswaja al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni ‘Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik, “ beliau menegaskan.
Pembina OSIS ,Ning Kandiaz Kanzah karomiah menyatakan kelegaannya setelah pelantikan osis putra dan putri berjalan lancar. “Alhamdulillah OSIS putri sudah selesai di lantik pada hari kamis lalu (12 November 2021) dan hari ini pelantikan OSIS putra. Semuanya berjalan lancar dan sukses. Setelah ini kami akan kawal rencana program kerja mereka, “ tutur putri kedua almarhum Gus Moh. Baiduri Faishol ini.
Agus Salim Irawan, ketua OSIS putera terpilih yang baru saja dilantik pun mengemukakan keharuan sekaligus kegembiraannya, ketika dimintai keterangan. Dengan mata sedikit berkaca-kaca,ia mengemukakan, “Yang pertama kami ucapkan adalah bersyukur kepada Allah SWT, karena telah dipersatukan di keluarga baru, yang bernama OSIS masa bakti 2021/2022. Tak lupa, kami mohon kepada keluarga besar SMA Zaha 1 untuk selalu memotivasi kami, mengingatkan dan menegur kami jika kami salah, kami lalai, atau bahkan melanggar aturan, karena dengan cara itulah kami merasa diperhatikan dan merupakan wujud kasih sayang kepada kami. Tak lupa, kami juga meminta doa restu, agar kami mampu melaksanakan amanah baru kami. Serta selalu dikaruniai kesehatan, kesolidan, kekompakan, dan kemudahan bagi kami dalam melaksanakan program program kerja yg telah kami rencanakan.”

SMA Zainul Hasan 1, Siap ikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer

GENGGONG – Sekolah Menengah Atas (SMA) Zainul Hasan 1 Genggong bersiap mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada Rabu (29/09). Sebanyak 50 peserta didik telah dipersiapkan mengikuti kegiatan tersebut. 
Kepala SMA Zainul Hasan, Eksan,M.Pd mengaku pihaknya telah menyiapkan segala persiapan untuk pelaksanaan ANBK yang dilaksanakan selama 2 hari, yakni pada 29 September 2021 hingga 30 September 2021.
“SMA Zaha sudah mulai mempersiapkan sejak akhir agustus 2021 yang dimulai dengan simulasi ANBK, setelah itu kami memberikan bimbingan belajar soal – soal asesmen kompetensi minimum (akm)  bagi siswa peserta ANBK mulai pertengahan september sampai hari ini”, ujar Eksan pada selasa, 28 september 2021 lalu.
Lanjut Eksan mengatakan bahwa siswa yang di ikut sertakan dalam pelaksanaan ANBK sebanyak 50 orang dan 5 orang cadangan.
“Adapun tujuan dari ANBK ini adalah untuk mengevaluasi dan memetakan mutu pendidikan bagi tiap satuan pendidikan”, imbuhnya.
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan penilaian terhadap mutu sekolah yang dinilai berdasarkan hasil belajar siswa yang mendasar. Seperti literasi, numerasi dan karakter. Selain itu juga kualitas pembelajaran dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran di sekolah.
“Harapan kami nanti pada saat pelaksanaan kegiatan ANBK bisa terlaksana dengan baik dan sesuai harapan bersama. Semoga jaringan bersahabat  dan peserta didik yang telah ditetapkan secara sampling sesuai data Dapodik untuk mengikuti ANBK sehat selalu,” ungkapnya.(ais/fir)