Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi (Foto: Faiq Azmi)

Juli Mulai Sekolah Tatap Muka, Vaksin Guru di Jatim Ditarget Rampung Juni

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi

Surabaya – Sekolah tatap muka secara serentak akan dilakukan pada Juli 2021 mendatang. Lalu bagaimana perkembangan vaksinasi untuk para guru di Jatim?

“Sejauh ini sudah hampir 70 persen vaksinasi tahap pertama buat para guru. Tahap kedua sudah 40-50 persen. Targetnya rampung Juni, agar saat proses kegiatan belajar tatap muka serentak seluruh guru SMA, SMK, SLB telah divaksin,” ujar Wahid Wahyudi Kepala Dinas Pendidikan Jatim kepada detikcom, Jumat (28/5/2021).

Menurut Wahid, proses vaksinasi untuk guru akan menjadi prioritas pemerintah. Sebelumnya, vaksinasi untuk guru berjalan lambat karena kuota vaksin yang terbatas. Setelah guru mendapat prioritas vaksin, Wahid meminta Satgas juga segera menvaksin para siswa.

“Tentu prioritas guru, tenaga di sekolah. Baru setelah itu siswa yang kami usulkan. termasuk orang tua siswa yang berusia lansia,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wahid menjelaskan, meski kegiatan sekolah tatap muka secara serentak dilaksanakan Juli, tetap akan melihat zonasi COVID-19 di masing-masing daerah.

“Tinggal melihat perkembangan zona. Kalau ada zona merah stop. Karena rekomendasi juga diturunkan oleh Satgas Kabupaten/Kota. Bahkan, kalau wali murid tidak mengizinkan anaknya tatap muka, juga kami persilahkan,” terangnya.

Terkait kesiapan sekolah menjelang tatap muka serentak, Wahid menyebut 100 persen seluruh SMA,SMK, dan SLB di Jatim telah siap secara sarana pra sarana. Di masing-masing sekolah juga menyanggupi untuk membentuk Satgas yang berisi para siswa-siswi.

Kegunaan Satgas sendiri, lanjutnya, untuk mengawasi siswa-siswi di sekolah khususnya dalam penerapan protokol kesehatan, dan menjaga agar tidak berkerumun.

Wahid optimis, tidak akan muncul klaster pendidikan di Jatim. Pasalnya, Jatim telah melakukan uji coba sekolah tatap muka sejak Agustus tahun 2020 lalu. Sampai saat ini, sudah seluruh 38 Kabupaten/Kota di Jatim telah melakukan uji coba tatap muka.

SMA Zainul Hasan 1 Genggong Gelar Diklat LDKMO

Dalam rangka menyiapkan kader bangsa yang unggul, patriot dan kreatif, SMA Zainul Hasan 1 Genggong, yayasan pendidikan pesantren Zainul Hasan, Kraksan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, menggelar kegiatan diklat kepemimpinan Manajemen dan keorganisasian bagi siswanya, (sabtu 30/1/2021).

Diklat digelar bertempat di Aula Barozain SMAS Zaha diikuti oleh peserta sebanyak 40 siswa, terdiri dari segenap pengurus OSIS dan MPK ( Majelis Permusyawaratan Kelas), dengan permateri.

Mohamad Hendra, M. PdI, jabatan pembantu ketua III kemahasiswaan STIH Zainul Hasan Genggong Kraksan kabupaten Probolinggo, sekaligus sebagai pemateri menyampailan, bahwa kepemimpinan dan manejemen wajib diketahui oleh segenap insan yang bergelut diorganisasi tanpa kedua ilmu tersebut, organisasi tidak tahu kemana arahnya.

, ” Ada 3 pokok penting dalam manejemen yaitu pertama, adanya tujuan bersama dalam berorganisasi, kedua, tujuan yang dicapai dengan melibatkan kegiatan orang lain, ketiga, kegiatan orang lain itu perlu dibimbing serta diawasi, ” terangnya.

Ia menambahkan, pendidikan, kepemimpinan dikalangan pelajar bisa dimulai dari lingkungan sekolah atau pesantren, ini kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari siswa melaui kegiatan OSIS dan MPK.

, ” Pemuda dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus di bekali ilmu pengetahuan dan ketrampilan mumpuni dan memadai, terutama manajemen kepemimpinan atau keorganisasian, Hal ini sangat penting supaya pemuda dan pelajar memiliki bekal dan mampu dalam mengelola potensi diri dan organisasi, ” pungkasnya.

Secara terpisah Nun Lukma Qoyyidudin Hasanul Bolqiah, selaku pembina OSIS mengatakan, sangat bersyukur karena kegiatan yang direncanakan ini bisa terlaksana meskipun dimasa pandemi covid 19.

, ” Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana, saya minta semuanya wajib menggunakan masker dan cuci tangan, sebagaimana anjuran prokes covid 19, serta mengikuti acara sampai selesai, ” tuturnya, , yang biasa dipanggil Gus Bos, putra Nyai Hj, Diana Susilowati.

, ” Semoga semua peserta bisa menjadi pribadi – pribadi yang tangguh, mandiri dan bertanggung jawab, ” ringkasnya. ( fir), “

SMA Zainul Hasan 1 Buka Pendaftaran Peserta didik Baru Secara Online, Ini Caranya?

GENGGONG – Ditengah wabah Virus Corona atau Covid-19, SMA Zainul Hasan 1 Genggong (SMA ZAHA 1) tetap membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2021. Pendaftaran PPDB dilakukan secara online. Calon peserta didik baru dapat mengakses laman website smazaha.sch.id/ppdb

“Calon peserta didik baru dapat mengisi formulir melalui online,” kata Ketua Panitia PPDB  Gus Lukman Hasanal Bulqiyah , Sabtu (16/4/2020).

Dalam laman tersebut ada sejumlah petujuk yang harus diikuti dan diisi oleh calon peserta didik baru yang ingin sekolah di SMA ZAHA 1. Antara lain, calon peserta didik mengisi data identitas diri, asal sekolah.

“Calon peserta didik baru cukup menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) ketika akan mendaftar ke SMA ZAHA 1,” karena nomor tersebut telah terintegrasi pada sistem dapodik kemdikbud. tambah Gus Lukman Hasanal Bulqiyah .

Selain itu, SMA ZAHA 1 telah menyiapkan sistem pelayanan online bagi peserta didik yang masih aktif. Layanan administrasi dapat diakses melalui formulir layanan yang tersedia secara online atau dengan mengakses hotline layanan administrasi di lingkungan SMA ZAHA 1.

“Karena wabah Covid-19, pembelajaran dilakukan secara online. Termasuk pendaftaran peserta didik baru dilakukan secara online,” papar ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru Gus Lukman Hasanal Bulqiyah .

Panduan Penggunaan Google Classroom bagi siswa

Google Classroom merupakan layanan online gratis untuk sekolah, lembaga non-profit, dan siapa pun yang memiliki Akun Google. Google Classroom memudahkan siswa dan guru agar tetap terhubung, baik di dalam maupun di luar kelas. Google Classroom adalah platform pembelajaran campuran yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah yang bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian dan penetapan tugas tanpa kertas.

Layanan ini diperkenalkan sebagai fitur G Suite for Education pada tanggal 6 Mei 2014, diikuti oleh rilis publiknya pada tanggal 12 Agustus 2014. Pada bulan Juni 2015, Google mengumumkan API Kelas dan tombol berbagi untuk situs web, yang memungkinkan administrator sekolah dan pengembang untuk selanjutnya terlibat dengan Google Classroom. Pada bulan Maret 2017, Google membuka Kelas untuk mengizinkan pengguna Google pribadi masuk kelas tanpa persyaratan memiliki akun G Suite for Education, dan pada bulan April, dimungkinkan bagi pengguna Google pribadi untuk membuat dan mengajar kelas.

Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan tugas dan distribusi file atau dokumen, Google Dokumen, Spreadsheet, dan Slide untuk menulis, Gmail untuk komunikasi, dan Google Kalender untuk penjadwalan, dan penelusuran Google untuk membantu proyek sekolah. Siswa dapat diajak ke kelas melalui database institusi, melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah. Setiap kelas membuat folder terpisah di Drive pengguna masing-masing, di mana siswa dapat mengirimkan karya untuk dinilai oleh seorang guru. Aplikasi seluler , tersedia untuk perangkat berbasis iOS dan Android, pengguna bisa memanfaatkan melakukan berbagai aktifitas seperti mengambil foto dan melampirkan tugas, berbagi file dari aplikasi lain, dan mengakses informasi secara offline. Guru dapat memantau kemajuan setiap siswa, dan setelah dinilai, guru dapat kembali bekerja, dengan komentar, agar siswa merevisi dan memperbaiki tugas. Guru dapat memposting pengumuman ke ruang kelas yang telah dibuat, dan siswa bisa berinteraksi dengan menuliskan komentar.

Berikut ini langkah-langkah Panduan Pembelajaran Menggunakan Google Classroom yang perlu dilakukan siswa :

1. Membuka Google Classroom

  • Jika menggunakan aplikasi Android/IOS silahkan download aplikasi tersebut dengan keyword Google Classroom (Google Kelas) di Google PlayStore dan App Store, lanjutkan dengan install aplikasi tersebut
  • Berikut ini tampilan saat membuka Google Classroom di ponsel Android, selanjutnya tekan get started
  • Selanjutnya pilih akun yang digunakan untuk membuka Classroom

2.  Bergabung dengan Kelas Baru

Kode kelas diberikan oleh pengajar kepada peserta didik, selanjutnya  peserta didik memasukkan sendiri  pada  dasbord google Classroom sehingga tergabung dengan kelas.

Pilih tanda +
Pilih Join Class
Masukkan kode kelas dan Join

3. Mengelola Mata Pelajaran Kelas

peserta didik dapat memilih mata pelajaran untuk melihat aktivitas terbaru yang diberikan oleh Guru.

Pilih Menu pada area pojok kiri atas
Pilih Classes untuk menampilkan Mata Pelajaran, pilih mata pelajaran

4. Ruang Kelas

Diruang kelas terdapat 3 menu halaman : Stream, Classwork, People

STREAM adalah halaman aktifitas pembelajaran yang menampilkan Pengumuman, Pertanyaan (diskusi), Tugas yang diberikan guru.

CLASSWORK adalah halaman  yang menampilkan Materi, Tugas dan Kuis

PEOPLE adalah halaman daftar peserta pembelajaran

5. Tugas Kelas

  • Cara mengerjakan tugas kelas yang diberikan oleh guru pengajar
Pilih Tugas yang telah diberikan oleh guru pengajar
diberikan batas waktu pengumpulan tugas. bagi siswa yang terlambat mengumpulkan tugas, maka tidak diberikan penilaian oleh guru pengajar
Pilih Add Private Comment untuk menjawab pertanyaan
pilih Add attachment untuk melampirkan berkas jawaban
pilih Take photo untuk melampirkan berkas jawaban berupa Foto
Dokumen tugas siswa akan terkirim sesuai dengan nama dan waktu pengiriman tugas. selanjutnya pilih Turn in untuk mengirimkan Tugas

6. Penilaian

Di Google Classroom, Guru Pengajar dapat memberikan nilai angka, masukan dan komentar, atau melakukan keduanya. 

Penilaian hasil kerja siswa . gambar diatas menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai tugas 95

Asah Wawasan Jurnalistik, SMA ZAHA 1 Genggong Kunjungi Kantor Majalah Aula PWNU & Kantor Metro TV Jawa Timur

Surabaya – SMA Zainul Hasan 1 terus mengasah wawasan jurnalistik peserta didiknya. Setelah menggelar seminar jurnalistik untuk OSIS Puteri (12/1/2020), kini giliran OSIS putera yang berkunjung di Kantor Majalah Aula PWNU & Kantor Metro TV Jawa Timur (15/1/2020).
Kunjungan di tempat pertama yaitu Kantor Majalah Aula PWNU yang berlokasi di Jl. Masjid Al Akbar Timur 9, Gayungsari Surabaya. Disini mereka disambut oleh pimpinan majalah Aula yaitu Gus Khabib dan didampingi pimpinan redaksi majalah Aula, Gus Nasir. Dalam kunjungan ini Gus Khabib menceritakan sejarah majalah Aula sedangkan Gus Nasir memberikan arahan menjadi jurnalis yang baik dalam memilih berita yang bagus dan anti hoax.

Kunjungan OSIS Putera SMA ZAHA di kantor majalah AULA PWNU Jawa Timur


Lanjut ke lokasi kedua yaitu Kantor Metro TV Jawa Timur yang berada di Jl. Ketampon Ruko Permata Bintoro Kav. 118 – 123 Surabaya. Santri SMA Zaha ini diterima oleh Pimpinan Studio Metro TV Bapak Wuri dan Reporter lapangan Bapak Haris. Mereka langsung di bawa ke dalam studio dan dijelaskan alur berita yang di dapat di lapangan hingga layak untuk ditayangkan di media televisi.
Sekitar 30 siswa yang terdiri dari gabungan OSIS dan MPK putera ini sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini karena kunjungan jurnalistik ini kali pertama diadakan oleh SMA Zaha yang diprakarsai oleh pembina OSIS putera yaitu Gus Luqman Hasanal Bolqiyah Putra ketiga Nyai Hj. Diana Susilowati ini menjelaskan tujuan kunjungan ini agar santri memiliki motivasi dalam dunia jurnalistik. “Saya ingin setelah kunjungan ini kalian semangat menulis, karena dengan menulis kita bisa mengukir sejarah.” Pungkas gus Bos. (Ais)

ASAH KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS, SMA ZAHA GELAR ENGLISH CAMP

SMA Zainul hasan (Zaha) 1 Genggong, kecamatan Pajarakan terus mengasah kemampuan santrinya dalam berbahasa Inggris. Salah satunya dengan menggelar English Camp (Kemah bahasa Inggris, red) pada Ahad – Selasa (3-5/11/2019). Tidak seperti perkemahan Pramuka yang memakai tenda, kegiatan ini bermalam di Aula Barozain SMA Zainul Hasan 1 dan Laboratorium Komputer Puteri.
English Camp adalah kegiatan pengajaran di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan kemampuan Bahasa Inggris peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Kegiatan ini berlangsung di luar jam pelajaran sebagai kegiatan pilihan untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris siswa
Kegiatan ini di bina oleh guru bahasa Inggris SMA Zaha Ustad Wahid Qomaruddin, Ning Kandiaz Kanzah karomiah, Ustadzah Susi Anisya, dan Ustadzah Juhrotun Nafisa. Adapun materi yang di fokuskan dalam kegiatan ini yaitu Pronoun Usage, Sentences formed (Past simple, Present simple, dan Future tense), Questions Formed (Yes/No Question dan WH-Question), Dialogue Concept (Greeting. And Farewell) dan selebihnya adalah praktik dalam komunikasi langsung dan membuat tulisan (telling,explaining dan describing).
Ust Wahid selaku penanggung jawab menuturkan bahwa pelajaran bahasa inggris hanya mendapat alokasi 2 jam pelajaran dalam seminggu, ini sangat kurang untuk membuat santri berani berbicara bahasa Inggris. “English Camp melatih kemampuan bahasa Inggris santri yang tidak hanya teori tapi lebih banyak praktek sehingga santri memiliki keberanian dan kemampuan dalam berbicara bahasa Inggris” ujarnya.
Kepala SMA Zaha 1 Genggong Bapak Eksan sangat mengapreasiasi kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini tindak lanjut dari pembiasaan bahasa Inggris yang sudah dilakukan setiap hari sebelum memulai aktivitas Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. “ Dengan english camp, diharapkan santri bertambah pengetahuan baik teori dan praktiknya” ujarnya.
Khoirul Ulum salah satu peserta English Camp dari kelas XII menngaku sangat senang dengan kegiatan ini. “ Saya sangat senang mengikuti english camp ini, ternyata bahasa inggris yang saya dapat di kelas belum ada apa – apanya dibandingkan dengan kegiatan ini” tuturnya.

Biasakan Baca Alquran-Bahasa Inggris, Disiplin Santri SMA Meningkat

GENGGONG- Sejumlah terobosan dilakukan SMA Zainul Hasan (Zaha) 1 Genggong, untuk meningkatkan kedisiplinan di lingkungan sekolah. Baik kedisiplinan santri maupun guru. Salah satunya melalui pembiasaan membaca Alquran dan belajar bahasa Inggris.

Kegiatan ini dilakukan selama 15 menit sebelum pelajaran di mulai pukul 07.00 WIB. Pembiasaan untuk santri dilakukan berselang-seling antara membaca Alquran dan belajar bahasa Inggris. Jika santri putra sedang mengikuti pembiasaan bahasa Inggris, santri putri mengikuti pembiasaan membaca Alquran.

Santri putra melakukan kegiatan ini di ruang wakil kepala sekolah, sedangkan santri putri di depan kelas masing-masing. Pembiasaan membaca Alquran dibina oleh Ustad Syifauddin. Kegiatan ini diisi dengan tadarus Alquran, pembacaan Asmaul Husna, Nadzom Safinah, sejarah Nabi, dan pembinaan akhlak.

Pembiasaan bahasa Inggris, pembinanya dibagi sesuai kelas. Kelas XII dibina oleh Ustadz Wahid Qomaruddin, kelas XI dibina oleh Ning Kandiaz Kanzah Karomiah, dan kelas X dibina oleh Ustdzah Susi Anisya. “Pembiasaan bahasa Inggris diisi dengan daily conversation dan pengembangan vocab, karena waktunya hanya 15 menit,” ujar Ustadz Wahid Qomaruddin.

Waka Kesiswaan SMA Zaha 1 Henggong M. Yatim mengatakan, pembiasaan santri ini menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan santri, khususnya santri putra. Jika sebelumnya guru harus menunggu santri yang masuk hingga pukul 07.30 WIB, sekarang pukul 07.15 WIB hampir 90 persen santri sudah siap mengikuti pelajaran. “Semoga ke depan (santri) semakin sadar untuk selalu disiplin waktu,” ujarnya.

Pembiasaan untuk para asatidz diisi dengan kuliah tujuh menit. Temanya bebas sesuai kehendak pemateri. Dalam kegiatan ini, diisi oleh pengampu pelajaran pendidikan agama islam dan guru pelajaran muatan lokal. Di antaranya, ada Ustadz Jumain, Ustadz Mustofa, Ustadz Abdul Wahid, dan Ustadz Latif.

Para asatidz juga mendapatkan pembiasaan bahasa Inggris. Kegiatan ini digelar seminggu sekali dan dibina oleh Dosen Bahasa Inggris dari Institut Zainul Hasan (Inzah) Genggong, Ustadz Fery.

Pembinaan yang dilaksanakan setiap Kamis, itu berlangsung 40 menit. Tujuannya, menambah wawasan guru dalam menggunakan percakapan bahasa Inggris dalam membuka kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Pembinaan bahasa Inggris ini amanah dari yayasan agar para asatidz SMA Zainul Hasan 1 membiasakan membuka KBM dengan bahasa Inggris. Alhamdulillah, banyak guru yang antusias dengan program ini,” ujar Kepala SMA Zaha 1, Ustadz Eksan, M.Pd.I. (ais)

Rumah SUPI SMA Zaha, banjir pengunjung

Dalam rangka memeriahkan uji publik dan Expo Pendidikan di SMA Unggulan Hasshawaty Zainul Hasan BPPT, disediakan stand – stand bazar untuk sekolah – sekolah di bawah naungan yayasan pesantren Zainul Hasan (15/10). SMA Zainul Hasan 1 turut berpartisipasi dalam memeriahkan bazar itu dengan mengambil tema Rumah SUPI (susu kopi).
Sejak di buka pukul 09.00 WIB,rumah supi langsung banjir pengunjung. Mereka berbondong bondong mendatangi stand bazar sma zaha 1 tersebut. Berbagai macam kopi baik bubuk kopi dan kopi mentahnya serta aneka rasa susu pasteurisasi laris manis di beli oleh para pengunjung.
Menurut Khoirul Ulum penjaga stand bazar,ada tujuh jenis kopi yang di perjualkan. Diantaranya kopi nangka, arabika,robusta,librika,alit,excelcia dan yang paling mahal adalah kopi whine. Kopi whine ini mahal karena kopi ini berasal dari kopi arabika yang difermentasi selama 35 hari sehingga rasa yang dihasilkan lebih enak dibanding kopi yang lain. “ Kopi Whine ini mentahnya tembus harga Rp. 250.000/kg, kami hanya menjual kopi bubuk dalam bentuk kemasan,tapi untuk kopi robusta,kopi nangka dan kopi arabika kami jual mentah Rp 35.000 – Rp. 40.000 per 1 kilogram”, lanjut santri yang duduk di kelas XII ini.

Ketua Yayasan beserta Undangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur saat mengunjungi rumah SuPi


Susu dan Kopi yang di pertunjukkan merupakan susu dan kopi yang berasal dari kecamatan Krucil, kabupaten Probolinggo. Ust Zainol Abidin yang merupakan wakil kepala sekolah bagian hubungan masyarakat memaparkan tema susu dan kopi ini diambil karena ingin mengangkat budaya lokal yang ada di kabupaten Probolinggo.“ Ini adalah aspirasi dari santri SMA Zaha 1, yang ingin mengangkat budaya lokal.Susu dan kopi dari Krucil ini memiliki kualitas yang sangat bagus dan perlu kita publikasikan ke khalayak. Semoga susu dan kopi ini menjadi ikon baru kabupaten Probolinggo selain mangga dan anggur”, tutur ust Zainol.
Salah satu tamu kehormatan yang mengunjungi bazar adalah Ibu Ety Prawesty,Kepala Bidang P-SMA Provinsi Jawa Timur. Beliau juga tertarik mencoba rasa kopi Whine, “ rasa kopi whine ini sangat nikmat,harumnya seperti anggur dan di perut terasa hangat”,ungkap beliau sambil menikmati secangkir kopi whine tersebut.(ais)

SMA Zainul Hasan Raih Juara 1 Paduan Suara Hari Santri Nasional


GENGGONG – Lagi-lagi SMA Zainul Hasan mengharumkan namanya dalam sepekan terakhir. Setelah berhasil menjadi juara Liga Pelajar Indonesia Bupati Cup 2019 se-Kabupaten Probolinggo, kini santri SMA Zainul Hasan dinobatkan sebagai juara paduan suara se-Pesantren Zainul Hasan pada Kamis (17/10/19). Acara yang digelar di Auditorium SMA Zainul Hasan ini berlangsung sekira pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh 14 lembaga yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Zainul Hasan. Namun sayangnya, 2 tim paduan suara dari lembaga Institut Keislaman Zainul Hasan (INZAH) dan Madrasah Ibtida’iyah (MI) Kholafiyah Syafi’iyah Zainul Hasan harus di diskualifikasi dikarenakan tidak hadir dalam panggilan ketiga. “ Alhamdulillah hari ini kita bisa menyelenggarakan lomba paduan suara dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional tahun 2019. Ini merupakan bukti bahwa Pesantren Zainul Hasan sangat mencintai musik dan seni. Buktinya Almarhum Al-arif Billah KH. Moh. Hasan Saifouridzall merupakan seniman yang sangat mencintai musik. Terbukti beliau banyak menciptakan lagu-lagu pesantren ”, tutur Gus dr. Moh. Haris Damanhuri, M.Kes ketika memberikan sambutan diakhir penutupan acara.

Tim Paduan Suara SMA ZAHA Puteri

Sementara itu ditempat yang sama Ning Zainina Zuby Zareta selaku Pembina Osis Puteri SMA Zainul Hasan mengaku sangat bangga, hal tersebut dikarenakan dinobatkannya SMA Zainul Hasan menjadi juara 1 paduan suara se-Pesantren Zainul Hasan. “ Alhamdulillah saya sangat senang dengan dinobatkannya tim paduan suara SMA Zainul Hasan sebagai juara. Karena saya turut serta menemani dan melihat anak-anak belajar dan berlatih paduan suara. Merasakan semangat mereka dalam latihan hingga menjadi juara membuat saya terharu ”, ungkapnya.
Lanjut Ning Zaret (sapaan akrabnya-red) berpesan bahwa dengan menangnya SMA Zainul Hasan sebagai juara dalam paduan suara tidak membuat anak didiknya merasa puas. “ Saya berharap semoga kedepannya santri SMA Zainul Hasan semakin banyak meraih prestasi, tidak hanya dalam ruang lingkup pesantren maupun kabupaten, namun juga dalam ruang lingkup internasional. Dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita dapatkan, kita harus lebih semangat untuk lomba-lomba berikutnya ”, imbuhnya.
Selain itu Umi Nisa’il Karimah selaku dirigen dalam tim paduan suara SMA Zainul Hasan menuturkan bahwa awalnya mereka sangat pesimis dikarenakan lawan dari lembaga lain memberikan penampilan yang bagus dan sangat baik. “ Awalnya kami pesimis akan kalah dalam perlombaan ini, karena lawan kami sangat bagus. Apalagi kami hanya belajar ketika H-5 acara akan digelar. Namun berkat kekompakan teman-teman dan juga kesabaran pelatih dan pembina membuat kami tetap bersemangat. Dan ini juga tak luput dari do’a ustad ustadzah yang telah mendukung kami semua”, ungkap wanita asal Desa Selogudig tersebut. (fir)

SMA Zainul Hasan Sabet Piala Liga Pelajar Indonesia Bupati Cup 2019

Genggong – SMA Zainul Hasan 1 Genggong kembali menggarumkan namanya dalam ajang Bupati Cup 2019. Setelah sebelumnya meraih medali emas dan perak dalam kejuaraan pencak silat dan tarung bebas profesional, kini SMA Zainul Hasan kembali menorehkan namanya dalam kejuaraan Sepak bola Liga Pelajar Indonesia (LPI) se-Kabupaten Probolinggo pada Rabu (16/10/2019). Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo yang bekerja sama dengan Asosiasi Kabupaten (Askap) PSSI Probolinggo dan PT YTL Jawa Power Paiton tersebut berlangsung semenjak tanggal 13 Oktober 2019 hingga 16 Oktober 2019. Turnamen yang diikuti oleh 18 tim setingkat SMA/sederajat se-Kebupaten Probolinggo ini berhasil menyisihkan 2 tim yakni tim SMA Zainul Hasan 1 dan SMAN 1 Gending dalam babak final.
“Alhamdulillah setelah sebelumnya di semi final kita melawan SMA Taruna Dra. Zulaeha Leces dengan skor 6-5, akhirnya kita berhasil kembali menjebol gawang SMAN 1 Gending dengan skor 1-0 juga”, ungkap Eksan, M.Pd.I selaku Kepala Sekolah SMA Zainul Hasan 1 Genggong.
Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa tim kesebelasan SMA Zainul Hasan awalnya melawan tim dari SMA Wali Songo dengan skor 7-0, lalu melawan tim SMAN 1 Krucil dengan skor 2-0 dan dalam babak semi final melawan SMA Taruna Dra. Zulaeha Leces dengan skor 1-0 dan yang terakhir melawan SMAN 1 Gending dengan skor 1-0. Berlangsung sekira pukul 15.30 WIB, babak final tersebut dilangsungkan di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Dringu.
Lanjut Eksan (sapaa akrabnya-red) menuturkan bahwa selain membawa pulang piala Liga Pelajar Indonesia (LPI) se-Kabupaten Probolinggo, SMA Zainul Hasan juga membawa piala top score atau pencetak gol terbanyak. Pencetak gol terbanyak tersebut dimenangkan oleh Ahmad santri kelas XI (sebelas) MIPA sedangkan pencetak gol pada babak final dicetak oleh Sifa’uddin santri kelas XII (dua belas) IPS pada menit ke 17 babak ke 2. “ Selain membawa piala kejuaraan sepak bola LPI, santri SMA juga membawa pulang piala top score, saya selalu berharap bahwa prestasi SMA Zainul Hasan tidak terhenti disini saja. Semoga kedepannya santri kita tetap bisa membawa nama harum sekolah dan terus meningkatkan prestasinya dalam bidang akademik maupun non-akademik”, harapnya.
Ditempat yang sama Ahmad selaku pencetak gol terbanyak menuturkan bahwa dirinya sangat bangga dapat membawa pulang 2 piala. Menurutnya hal ini tidak luput dari do’a dan dukungan dari orang tua, asatid dan asatidzah SMA Zainul Hasan Genggong dan barokah Kyai Hasan. “ Ini merupakan kebanggaan bagi kami, semoga kami bisa membawa nama harum SMA Zainul Hasan tidak hanya dalam tingkat Kabupaten saja namun dalam tingkat yang lebih tinggi nanti. Semua ini tidak luput dari do’a orang tua, ustad dan ustadzah dan tak lupa barokah dari Kyai Hasan Genggong. Selain itu saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, pembina maupun dukungan dan kekompakan teman-teman. Dan tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada ayah saya yang telah mendukung saya dan sudi hadir ditengah-tengah kami ”,ungkap santri jurusan MIPA tersebut. (fir)