Sejarah SMA ZAHA

Globalisasi Pendidikan akan menyebabkan perubahan orientasi. Dari orientasi kepada penjualan ( Seller’Market ) kearah orientasi kepada pembeli (Buyer’s Market) yang disebabkan oleh persaingan yang semakin tajam, akibatnya lembaga pendidikan tidak hanya dituntut untuk mampu mencetak lulusan yang professional melainkan lembaga tersebut harus mampu memasarkan agar dikenal oleh masyarakat.

Akibat persaingan yang semakin tajam, juga akan menyebabkan timbulnya Restrukturisasi lembaga pendidikan, berupa perbaikan -perbaikan dalam struktur organisasi maupun magnagement kearah pencapaian proses pendidikan yang efesien.

Globalisasi juga memunculkan lembaga pendidikan baru yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif sebagai tuntutan terhadap pembentukan Modernization of  Man menjadi kebutuhan mutlak untuk dilaksanakan.

SMA Zainul Hasan 1 Genggong sebagai bagian dari salah satu lembaga tidak akan lepas dari kondisi diatas oleh sebab itu perbaikan kinerja (Performan) sebagai salah satu asset pemasaran mutlak untuk diupayakan disamping itu perbaikan dalam penyusunan kurikulum, silabus serta perangkat yang lain terus dikembangkan dan disesuaikan dengan tuntutan standart pasar. Disamping 2 (dua) hal penting diatas tersebut yang tidak kalah pentingnya peningkatan kinerja pengelola dan tenaga edukatif  (Guru) terus diupayakan sebagai salah satu syarat terbentuknya penciptaan Modernization of Man.

Untuk mengetahui perjalanan SMA Zainul Hasan 1 Genggong perlu menelusuri jejak sejarah perjalanan dari awal pendiriannya. Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo yakni KH. Hasan Saifourridzall Mendirikan Pendidikan formal tingkat sekolah menengah atas (SMA ZAHA) pada tahun 1981 untuk menampung lulusan SMP/MTs dengan SK Pendirian Ketua Yayasan  dengan nomor: 017/YPPZH/K/1981 tertanggal 14 Juli 1981,  bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan umum.

Dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun Sekitar tahun 1988 Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan telah mengembangkan pendirian 7 (Tujuh) SMA yang tersebar di cabang-cabang Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pendidikan formal dan membumikan SMA yang berbasis pesantren, maka sekolah yang dipusat statusnya berubah nama menjadi SMA Zainul Hasan 1.

Saat ini SMA Zainul Hasan 1 Genggong sudah memasuki  generasi kepemimpinan ke 7 yakni :

Generasi 1 : Drs. MAWARDI SHOLEH ( Periode Kepemimpinan Tahun 1981-1987 )

Dengan status lembaga terdaftar dan lokasinya masih bergabung dengan SD Zainul Hasan, KBM diselenggarakan siang hari dan siswa-siswi masih belum ada pemisahan lokal dikarenakan keterbatasan sarana prasarana sekolah

Generasi 2 : Drs. IZZUDDIN JAMIL ( Periode Kepemimpinan Tahun  1987-2001 )

SMU Zainul Hasan 1 dengan status lembaga diakui dan kegiatan pembalajaran berpindah ke geduang P5 lantai 1 dengan KBM Siang hari dan gabung putra-putri

Generasi 3 : Drs. AGUS SUPRAYOGI ( Periode Kepemimpinan Tahun  2001-2003 )

Dengan status lembaga diakui dan kegiatan pembalajaran berpindah ke geduang P5 lantai 1 dengan KBM pagi dan gabung putra-putri

Generasi 4 : SLAMET WIJAYA, S.Pd ( Periode Kepemimpinan Tahun  2003-2004 )

Dengan status lembaga diakui dan proses kegiatan belajar mengajar sudah menggunakan gedung milik sendiri dan KBM dilaksanakan pada pagi hari. Selain itu kebijakan Ketua Yayasan sudah memisahkan lokal/ kelas antara siswa dan siswi,  kecuali 1 (satu) lokal putri (khusus santri diluar pondok) masih menempati lokasi putra.

Generasi 5 : Drs. GHULAM ROSUL ( menjabat hanya 1 semester  Periode Kepemimpinan Tahun  2004 )

Pada generasi kepemimpinan Drs. GHULAM ROSUL pemisahan antara siswa putra dan putri 100% sudah terealisasi

Generasi 6 : M. BAIDURI FAISHAL, SH. M.Pd ( Periode Kepemimpinan Tahun  2004 -2017)

Pada tahun 2005 SMA Zainul Hasan 1 mengalami perubahan status lembaga menjadi terakreditasi B dan pada tahun 2009 terakreditasi A.

Generasi 7 : EKSAN, M.Pd.I (Periode Kepemimpinan Tahun 2017 – Sekarang)

Pada tahun 2018 SMA Zainul Hasan 1 banyak melakukan perubahan dibadang sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

SMA Zainul Hasan 1 sudah banyak meluluskan siswa-siswi yang tersebar diseluruh Propinsi Indonesia, dan prosentase penerimaan siswa tiap tahun selalu meningkat.  Input siswa baru yang berasal dari SMP/MTs Negeri maupun swasta.

Seiring dengan perubahan kebijakan dan tuntutan masyarakat dalam dunia pendidikan maka SMA Zainul Hasan 1 Genggong senantiasa melakukan upaya-upaya strategis guna mencapai standar pengelolaan pendidikan yang mampu merealisasikan visi dan misi sekolah.