Genggong — Perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari berbagai lembaga pendidikan se-Genggong Raya berkumpul di Aula Barozain P5 pada Senin (19/01) untuk mengikuti seminar bertajuk “Membangun Generasi Cerdas dan Beretika di Era Digital: Bijak dalam Menggunakan AI”. Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar, khususnya dalam pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) secara positif dan bertanggung jawab.
Kegiatan seminar diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ust. Abdullah, S.Pd., yang hadir mewakili Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membekali generasi muda dengan pemahaman yang tepat dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Beliau menyampaikan bahwa kecanggihan teknologi, termasuk AI, harus dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab, serta diimbangi dengan nilai etika dan akhlak. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu menyaring informasi dan memahami dampak dari setiap teknologi yang digunakan.
Seminar tersebut menghadirkan Samsul Anwar, S.I.Kom., selaku CEO Altamis, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau mengulas berbagai peluang sekaligus tantangan perkembangan AI di dunia pendidikan. Peserta diajak untuk memahami bahwa kecanggihan teknologi perlu diiringi dengan kemampuan berpikir kritis, sehingga pelajar tidak sekadar menerima informasi mentah dari AI, tetapi mampu mengolahnya menjadi pengetahuan yang bernilai.
Pemateri juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan konten digital yang semakin marak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Literasi digital, menurutnya, tidak hanya terbatas pada kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi juga mencakup pemahaman etika, keamanan data, serta dampak sosial dari teknologi yang digunakan.
Para peserta yang terdiri dari ketua dan perwakilan OSIS tampak antusias mengikuti sesi diskusi interaktif, terutama saat membahas isu etika dan keamanan data dalam penggunaan AI. Berbagai pertanyaan dan tanggapan menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap pemanfaatan teknologi secara bijak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengurus OSIS dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing, mendorong rekan-rekan mereka untuk memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran dan inovasi, bukan sebagai jalan pintas untuk memperoleh jawaban instan.
Seminar “Bijak AI” ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan pelajar Genggong Raya agar siap menghadapi perkembangan zaman, menjadi generasi yang melek teknologi sekaligus memiliki tanggung jawab moral dan etika digital.
